Oktober 10, 2024

BEJO: Serumpun Cerita Pendek

09_BEJO

BEJO: SERUMPUN CERITA PENDEK

Penulis : Muyassarotul Hafidzoh

Editor : Muhammad Ali Fakih

Layouter : Moh Hilal Imamuddin

Cover : Manjing Visual (Creat with AI.)

Cetakan Pertama, Oktober 2024

Penerbit: Lembaga Ladang Kata

132 halaman; 14,5 cm x 20,5 cm

Cetakan Pertama, Oktober 2024

ISBN: (Proses)

 

Kumpulan cerita pendek ini berjudul Bejo. Mengapa Bejo? Di tanah Jawa, diyakini bahwa “bejo” merupakan sebuah kata yang melampaui makna ‘beruntung’. Sebenarnya, saya kurang cocok dengan kalimat “Wong pinter kalah karo wong bejo (Orang pintar kalah sama orang bejo).” Bagi saya, orang bejo itu pasti pintar.“Bejo” bukan sekadar berarti ‘keberuntungan’, melainkan di situ ada kerja keras, doa, dan momen yang tepat. Sing bejo sing eling waspada (Orang bejo adalah orang yang ingat [Tuhan] dan waspada)—kalimat ini menggambarkan bahwa orang yang selalu mengingat Tuhannya, juga selalu menjaga diri dari hal yang buruk, baik hal buruk yang datang kepadanya atau hal buruk yang mungkin saja ia lakukan. Bukankan orang seperti ini adalah orang yang pintar?Pintar itu bukanlah juara satu atau berprestasi. Pintar itu adalah mereka yang mampu memadukan kerja keras, doa, dan tawakal. Kemudian, saat momennya datang, ia pun dilimpahi keberkahan. Al-Qur’an menyebutnya rezeki “min haitsu la yahtasib (datang dari arah yang tidak disangka-sangka).”Rezeki tersebut tentu tidak mak bedunduk datang begitu saja, namun ada nilai-nilai kebaikan yang telah dilakukan orang tersebut, kebaikan yang ia hanya berharap Tuhan Yang Mahaesa yang akan membalasnya. Kemudian, momen bejo itu datang kepadanya pada saat yang tepat.

BEJO: Serumpun Cerita Pendek

Related articles

Kembali ke Atas