Etika Bertamu dalam Al-Qur’an
Teori dan Aplikasi Ma’nā Cum Maghzā Sahiron Syamsuddin
Penulis: Winni Sabron Jamila, S.Ag.
Tata Letak Isi: Mas Haqi
Desain Sampul: Naya
Diterbitkan oleh: LEMBAGA LADANG KATA
vi + 66 halaman; 14,5 cm x 20,5 cm
Cetakan Pertama, September 2025
ISBN: (PROSES)
Bertamu bukan sekadar tradisi sosial, melainkan bagian dari adab Islami yang dijelaskan langsung dalam Al-Qur’an. Namun, di era modern, nilai-nilai ini sering diabaikan: tamu datang tanpa izin, mengganggu waktu istirahat, bahkan melanggar privasi tuan rumah.Buku ini menghadirkan kajian mendalam tentang etika bertamu melalui pendekatan Ma’nā Cum Maghzā yang dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin. Dengan menelusuri penafsiran para mufasir klasik, pertengahan, hingga kontemporer, penulis mengupas QS. An-Nūr (24): 58 secara linguistik, historis, dan kontekstual, lalu menggali pesan moral yang relevan untuk kehidupan hari ini.Lebih dari sekadar analisis akademik, karya ini menjadi panduan praktis untuk menghidupkan kembali nilai adab bertamu yang Islami menjaga kehormatan, menghargai privasi, dan mempererat ukhuwah. Cocok dibaca oleh mahasiswa, akademisi, santri, maupun masyarakat umum, buku ini mengajak kita kembali menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman etika sosial yang hidup dan aktual di setiap zaman.
